Banjar Tegal Asah

Sejarah dan Awig-Awig

Memayu Hayuning Buwana. Ambrasta Dhur Angkara. Saling Asah , Asih lan Asuh.

Sejarah berdirinya Banjar Tegal Asah merupakan sejarah perjuangan yang panjang, penuh tantangan dan heroik. Sebuah sejarah yang menyatukan kita semua menjadi sebuah banjar. Semua kisah perjalan itu terangkum secara utuh dalam Lambang Tegal Asah, yang menggambarkan lahirnya Banjar Tegal Asah di era Tahun 1990 dan menjadi pengingat untuk generasi kedepannya dalam mengelola dan mengembangkan Banjar Tegal Asah.

———————————————

Momen Pendirian Banjar Tegal Asah

Jumat, 5 Januari 1990
“Sebanyak 62 orang (disebut Grup 70 di masa itu), yang merupakan anggota Banjar Buruwan, Sanur menyatakan keluar (meraryan) dengan hormat pada sangkep banjar. Keputusan tersebut disetujui oleh Kelihan Banjar Buruwan saat itu dan perpisahan berlangsung dengan keadaan baik, dengan simbolis saling bersalam-salaman.”

Sabtu, 6 Januari 1990
“Grup 70 mengirim surat dengan Nomor : 01/I/1990 kepada Bendesa Adat Sanur, yaitu Ida Bagus Rai Yoga dengan tembusan kepada Perbekel Sanur Kaja dan Camat Denpasar Selatan saat itu, yang isinya menerangkan bahwa :
Point Satu – Kelompok yang keluar, membentuk kelompok “Banjar Persiapan Santi Graha” yang berlokasi di Jalan Danau Beratan 36, Sanur Kaja. Dengan Kelihan sementara adalah Ida Bagus Rai Suajana dan Sekretaris adalah I Made Sweden.”
Point Dua – Menegaskan ketetapan hati bahwa kelompok ini masih tetap menjadi Krama Desa Adat Sanur.”


Senin, 8 Januari 1990
“Banjar persiapan Santi Graha diwakili oleh I Ketut Subaska, Ida Bagus Made Sena, Ida Bagus Rai Sujana dan I Ketut Komang. Keempat orang tersebut mengadakan pendekatan kepada Perbekel Sanur kaja dan Bendesa Adat Sanur untuk memberikan laporan dan meminta petunjuk. Kemudian disarankan bahwa Banjar Persiapan untuk menyiapkan tempat pertemuan dan Kulkul, yang kelak digunakan sebagai Bale Banjar.”

Rabu, 10 Januari 1990
“Rapat Banjar persiapan dipimpin oleh I Ketut Subaska, membahas persiapan masa depan terkait bagaimana dan kemungkinan membangun banjar.”

Kamis, 11 Januari 1990
“Pembayaran uang muka untuk pembuatan Kulkul sebesar Rp 100.000,- . Satu langkah yang bertahap dalam melengkapi sarana Banjar.”

Selasa, 16 Januari 1990
“Kunjungan Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Rai Yoga ke lokasi Banjar persiapan Santi Graha. Saat itu, Beliau membesarkan hati para warga dan memberikan banyak petunjuk dan pesan agar warga bekerja dengan tekun dalam menyiapkan pembentukan Banjar dan sarananya.”

Senin, 22 Januari 1990
“Sarana Kulkul telah selesai dikerjakan kemudian di pelaspas dan siap digunakan sebagai alat komunikasi mengumpulkan warga banjar saat itu.”

Sabtu, 27 Januari 1990
“Pada Tumpek Wayang sekaligus rapat pleno Banjar persiapan yang pertama, diputuskan bahwa:
Point Satu –
Nama Banjar persiapan semula bernama Santi Graha, diubah dengan nama baru, yaitu Banjar Persiapan Tegal Asah.
Point Dua –
Mengesahkan susunan pengurus, yaitu :
Kelihan : Ketut Subaska
Wakil : Ida Bagus Rai Sujana
Wakil : Made Pepek Sutika
Sekretaris : Ida Bagus Made Mas
Sekretaris : I Made Sweden
Bendahara : Mangku Sadia
Bendahara : I Nyoman Gunadi
Pangliman : I Made Darpa
Pangliman : I Made Dama
Pangliman : I Made Tinggal
Penasehat : Ida Bagus Tjetana Putra
Penasehat : Ida Bagus Made Sena
Penasehat : I Ketut Merta
Penasehat : I Ketut Komang


Senin, 5 Februari 1990
“Banjar Persiapan Tegal Asah mengirim surat No. 03/II/1990 kepada Bendesa Adat, Perbekel Sanur Kaja dan Camat Denpasar Selatan yang melaporkan bahwa :
– Sekretariat Banjar adalah tempat rapat di Jalan Danau Beratan 36
– Upacara ngelinggihan ‘Ulun Banjar’ di sebelah sekretariat. (Yang kelak akan dibangun Balai Banjar*
– Nama banjar ‘Santi Graha’ diganti menjadi ‘Tegal Asah’ mulai tanggal 27 Januari 1990.
*) Catatan : Lokasi yang akan dibangun untuk Bale Banjar merupakan sebidang tanah di Jalan Danau Beratan No.36 (sekarang no.42) dengan luas 2,6 are, merupakan tanag milik Ida Bagus Putu Raci. Tanah ini diserahkan secara sukarela kepada Banjar Tegal Asah berdasarkan Surat Perjanjian dan perjanjian tersebut berlaku selama Banjar Tegal Asah masih ada.”


Minggu, 11 Februari 1990
“Banjar persiapan Tegal Asah telah menerima surat keputusan Bendesa Adat Sanur tertanggal 11 Februari 1990 dengan Nomer 06/DAS/1990 tentang diterima/disahkannya Banjar Tegal Asah sebagai Banjar Adat di lingkungan Desa Adat Sanur. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ida Bagus Rai Yoga sebagai Bendesa Adat Sanur. Warga Banjar Tegal Asah bergembira ria untuk menyongsong hari-hari kedepannya di Banjar Tegal Asah.”

Rabu, 14 Februari 1990
“Bendesa Adat Sanur mengadakan kunjungan ke Banjar persiapan Tegal Asah yang disambut gembira oleh warga, untuk memberikan petunjuk tentang apa yang patut dikerjakan menjelang peresmian banjar yang akan datang.”

Rabu, 7 Maret 1990 – Budha Wage Warigadean
“Peresmian Banjar Adat Tegal Asah (ditempat Banjar Adat Tegal Asah yang sekarang) dilakukan oleh Bendesa Adat Sanur (Ida Bagus Rai Yoga), dihadiri oleh Camat Denpasar Selatan (I Ketut Suwerta – diwakilkan), Perbekal Sanur Kaja (Ida Bagus Rai Parwata), Lurah Sanur (Ida Bagus Made Kerti), Perbekel Sanur Kauh dan semua Kelihan Banjar di kawasan Sanur.”

Dari Foto Kiri ke Kanan : Gotong royong pembangunan bale banjar, Menunggu undangan pada saat banjar resmi didirikan, Warga banjar dan undangan saat peresmian banjar Tegal Asah.

———————————————

Perkembangan Awal Banjar Tegal Asah

Minggu, 11 Maret 1990
“Bahan bangunan untuk pembangunan banjar mulai berdatangan. Petunjuk dimohonkan saat tangkil ring Ida Pedanda Geria Bajing terkait nasarin Bale Banjar. Beliau berkenan memberikan petunjuk yang berharga tentang ‘Padewasan’, Bale Banjar, Ulun Banjar dan berbagai upakara.”

Senin, 12 Maret 1990
“Sembahyang bersama Hari Purnama di Pura Dalem Kedewatan, dipimpin oleh Bendesa Adat Sanur.”

Rabu, 14 Maret 1990
“Gotong royong di telajakan rumah warga masing-masing dan Rapat pertama kali diadakan setelah diresmikannya menjadi Banjar. Membahas tentang pembangunan bale banjar dan merintis penyusunan Awig-Awig Banjar.

Rabu, 27 Juni 1990
“Upacara nasarin Bale Banjar dan usaha mengumpulkan dana pembangunan Bale Banjar berjalan terus berdasarkan prinsip “Self Help”, yang artinya saat itu adalah Laki-laki bekerja di lapangan membangun bangunan, Wanita membawa minuman, jajan dan makanan (yasa). Suasana saat itu gembira sambil diiringi gending sinom dan kekawin di sela-sela waktu kerja.”

Kamis, 16 Agustus 1990
“PKK dan STT Banjar Tegal Asah untuk pertama kalinya mengikuti Pawai Obor dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan ke-75. Papan nama “Tegal Asah” mulai dikenal masyarakat Sanur.”

Kamis, 15 November 1990
“Mengikuti Lomba Desa Adat, ditugaskan memerankan Caru Butha Yadnya.”

Sabtu, 9 Maret 1991
“Peringatan Hut Pertama Banjar Tegal Asah dilaksanakan pada Hari Raya Saraswati.”

Rabu, 16 Oktober 1991 – Budha Paing Landep
“Upacara adat pemelaspas : Pemerajan Banjar, Bale Banjar, Bale Kulkul, Marisudha Karang, Mendem Pedagingan, Melasti ke Sagara dan Mendak Siwi. Peresmian pemelaspasan tersebut dilaksanakan oleh Ida Bagus Yudara, Sekretaris Wilayah Kabupaten Badung.

Sabtu, 7 Maret 1992
“HUT ke-2 Banjar Tegal Asah di peringati.”

Sepanjang Bulan April 1993
“HUT ke-3 Banjar Tegal Asah di peringati. Pengumpulan dana pembangunan dilaksanakan secara amal di Bale Banjar. Ikut serta di Pesta Ogoh-Ogoh Sanur dalam rangka Hari Raya Nyepi, yang kemudian Banjar Tegal Asah berhasil meraih Juara 3. Pada bulan ini juga, Banjar Tegal Asah baru mampu membeli 1 Set Baleganjur dan bersiap untuk membeli Gong Gede.”

Slide Show dari Foto-Foto yang terkumpul terkait Masa Pendirian dan Perkembangan Awal Banjar Tegal Asah | Sumber : Youtube Banjar Tegal Asah

Awig-awig banjar adalah peraturan adat yang menjadi pedoman hidup dan tata kelola masyarakat adat di Banjar Tegal Asah.

Melalui perjalanan panjang yang melibatkan pengalaman dari seluruh elemen krama banjar dan unit sekaa di Banjar Tegal Asah, awig-awig Banjar Tegal Asah pun senantiasa diperbarui agar selaras dengan dinamika zaman di setiap generasi. Berikut adalah beberapa hal yang diatur dalam awig-awig Banjar Tegal Asah:
1. Keanggotaan Krama Banjar
2. Struktur Organisasi Banjar
3. Adat Istiadat dan Upacara Keagamaan
4. Kegiatan Sosial Kemasyarakatan
5. Sanksi Adat (Denda dan Hukuman)
6. Pengelolaan Keuangan dan Aset Banjar
7. Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Setiap Krama Banjar yang baru masuk keanggotaan dewasa akan dibekali Buku mengenai informasi awig-awig tersebut oleh Kelihan Banjar. Momen penyerahan informasi ini biasanya dilakukan saat Piodalan Banjar sekaligus prosesi matur piuning penerimaan Krama Lanang Istri yang baru sebagai anggota banjar. Seremonial seperti ini terus diadakan secara berkelanjutan agar generasi baru Banjar Tegal Asah tetap mengetahui terkait pedoman hidup dan tata kelola adat di Banjar Tegal Asah dan Desa Adat Sanur.

Piodalan Banjar Tegal Asah yang biasanya dilaksanakan pada rerahinan Tumpek Landep.