
Sajero Sekancan, Saking Krama, Ngelaksanayang Yadnya lan Sosial ring Rasa Satu.
Kelompok krama dalam banjar berperan penting sebagai wadah kebersamaan yang mendukung aspirasi krama banjar, sekaligus mempermudah koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial. Melalui kelompok ini, setiap suara lebih mudah tersampaikan, dan gotong royong dapat terjalin dengan lebih erat demi keharmonisan dan kemajuan bersama. Di dalam Banjar Tegal Asah, telah terdapat 10 Kelompok Krama yang memiliki program kerja dan prosedur organisasi masing-masing dalam mendukung perkembangan dan kemajuan Banjar Tegal Asah, sesuai dengan tujuan dan kapabilitas kelompok krama-nya masing-masing. Berikut Kelompok Krama Banjar tersebut :
1. Parajuru Adat Banjar Tegal Asah
2. Kepala Dusun Banjar Tegal Asah
3. PKK Banjar Tegal Asah
4. Sambangan Lanang-Istri
5. Sekaa Teruna Teruni (STT)
6. Posyandu Banjar Tegal Asah dan Posyandu Remaja
7. Dasa Wisma
8. Sekaa Gong Praja Gita
9. Sekaa Pesantian/Kidung Wirama Canti
10. Keamanan Banjar Tegal Asah – Pecalang/Linmas/Siskamling
Parajuru Adat Banjar Tegal Asah

Parajuru Adat memiliki peran strategis sebagai pemimpin dan pengatur jalannya kehidupan adat di Banjar Tegal Asah. Secara umum, fungsinya meliputi:
Ngemong (mengayomi) Krama Banjar – Menjaga keharmonisan dan membimbing warga dalam menjalankan nilai-nilai adat dan tradisi.
Ngranjingang Keputusan – Mengambil keputusan bersama dalam musyawarah menyangkut kegiatan adat, sosial, dan keagamaan.
Ngatur Pelaksanaan Upacara yadnya – Mengoordinasikan dan memastikan pelaksanaan upacara keagamaan berjalan sesuai dengan dresta (aturan adat).
Ngewedangang Komunikasi Antar Krama – Menjadi penghubung antara krama satu dengan lainnya, serta antara banjar dan desa adat.
Ngajegang Budaya lan Dresta Banjar – Menjaga kelestarian adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur.
Ngarancang Program Sosial dan Gotong Royong – Mengatur jadwal dan pelaksanaan kegiatan sosial seperti kerja bakti, perbaikan fasilitas banjar, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Fungsi-fungsi ini menjadikan Parajuru Adat sebagai pilar utama dan penting dalam mewujudkan Banjar yang harmonis, tangguh, dan berakar pada nilai budaya.
Kepala Dusun Banjar Tegal Asah

Kepala Dusun (sering disingkat Kadus) adalah perangkat desa yang bertanggung jawab memimpin dan mengatur wilayah dusun, yaitu bagian dari desa. Dalam konteks Banjar Tegal Asah, yang merupakan bagian dari struktur sosial dan administratif masyarakat Bali, kepala dusun berperan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan warga di tingkat dusun/banjar. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Dusun di Lingkungan Banjar Tegal Asah:
1. Membina dan Melayani Warga Banjar Tegal Asah
2. Mendata Administrasi dan Kependudukan
3. Membantu merencanakan dan melaksanakan pembangunan di wilayah dusun Banjar Tegal Asah
4. Berkoordinasi dengan Kelian Banjar Adat, terutama dalam kegiatan yang melibatkan warga adat.
5. Menjadi ujung tombak pelaksanaan program pemerintah di tingkat dusun.
PKK Banjar Tegal Asah

PKK Banjar Tegal Asah adalah bagian dari Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berada di tingkat banjar atau lingkungan. PKK ini merupakan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan ibu-ibu warga Banjar Tegal Asah dan berperan penting dalam pemberdayaan keluarga, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.
Sambangan Lanang-Istri

Kelompok Sambangan dalam Banjar Tegal Asah adalah sub-kelompok sosial dalam banjar yang dibentuk berdasarkan kedekatan tempat tinggal, lingkup wilayah, atau pertimbangan administratif, untuk mempermudah koordinasi kegiatan sosial. Sistem Sambangan memudahkan kelihan banjar dan pengurus untuk menyampaikan informasi secara lebih cepat. Dalam sistem ini, terdapat 1 pasang (Suami-Istri) yang menjadi koordinator di masing-masing sambangan. Di Banjar Tegal Asah, kelompok sambangan terdiri dari 7 sambangan, yaitu Sambangan Senin, Sambangan Selasa, Sambangan Rabu, Sambangan Kamis, Sambangan Jumat, Sambangan Sabtu dan Sambangan Minggu.
Sekaa Teruna Teruni (ST. Canti Graha)

ST. Canti Graha di Banjar Tegal Asah adalah singkatan dari Sekaa Teruna (ST) Canti Graha, yaitu organisasi kepemudaan adat yang terdiri dari para pemuda dan pemudi di lingkungan Banjar Tegal Asah. Sekaa Teruna merupakan bagian penting dalam struktur sosial banjar adat di Bali, dan berfungsi sebagai motor penggerak kegiatan sosial, budaya, agama, dan kemasyarakatan. Warga muda Banjar Tegal Asah yang belum menikah dan umumnya berusia 13–30 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, secara otomatis menjadi anggota Sekaa Teruna. Setelah menikah, biasanya statusnya berubah menjadi Krama Banjar aktif dan keluar dari Sekaa Teruna.
Posyandu Banjar Tegal Asah dan Posyandu Remaja

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di Banjar Tegal Asah adalah layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas yang dijalankan oleh warga banjar, terutama oleh kader-kader ibu PKK, bekerja sama dengan puskesmas dan perangkat desa/dinas. Posyandu menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan iban anak, serta pencegahan penyakit di tingkat banjar. Layanan Utama Posyandu di Banjar Tegal Asah adalah Penimbangan dan Pemantauan Balita, Imunisasi, Pemeriksaan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan dan Pelayanan Lansia (Posbindu). Dan Posyandu Remaja di Banjar Tegal Asah adalah bentuk pengembangan dari Posyandu konvensional yang khusus ditujukan untuk melayani dan membina kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja di lingkungan banjar. Program ini menjadi wadah penting bagi remaja untuk mendapatkan informasi kesehatan, pemeriksaan ringan, serta pembinaan karakter dan keterampilan hidup sehat.
Dasa Wisma

Dasa Wisma di Banjar Tegal Asah adalah kelompok kecil ibu-ibu rumah tangga yang dibentuk dalam lingkungan PKK banjar, beranggotakan sekitar 10 hingga 20 keluarga yang bertetangga. Dasa Wisma berfungsi sebagai satuan terkecil dalam struktur organisasi PKK, dan menjadi ujung tombak dalam menjalankan berbagai program kesehatan, sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup di tingkat rumah tangga.
Sekaa Gong Praja Gita

Sekaa Gong Praja Gita di Banjar Tegal Asah adalah kelompok seni tabuh tradisional Bali yang terdiri dari warga Banjar Tegal Asah, baik dewasa maupun pemuda. Sekaa gong ini berfungsi sebagai penjaga, pelestari, dan pelaku seni budaya khususnya seni karawitan Bali di lingkungan banjar. Fungsi dan peran Sekaa Gong Praja Gita di dalam Banjar Tegal Asah adalah :
1. Mengiringi Upacara Adat dan Keagamaan
2. Pelestarian Seni Tradisional
3. Pendidikan Seni untuk Generasi Muda
4. Ikut Serta dalam Lomba atau Festival Seni di Desa Sanur Kaja dan Desa Adat Sanur
5. Meningkatkan Persatuan Warga melalui Latihan Gong
Sekaa Pesantian/Kidung Wirama Canti

Sekaa Pesantian dan Kidung “Wirama Canti” di Banjar Tegal Asah adalah kelompok seni pesantian yang berfokus pada pelantunan kidung, kekawin, dan pupuh Bali secara berirama dan penuh rasa bhakti dalam suasana adat dan keagamaan.
Keamanan Banjar Tegal Asah – Pecalang, Linmas dan Siskamling

Pecalang adalah petugas keamanan adat Bali yang dibentuk oleh desa adat (desa pekraman), termasuk di Banjar Tegal Asah. Mereka bertugas menjaga ketertiban selama upacara adat, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial masyarakat. Pecalang bersifat sukarela dan ngayah (pengabdian), bukan digaji, namun memiliki wibawa adat yang tinggi dan dihormati masyarakat. Sedangkan LINMAS (dulu dikenal sebagai Hansip) adalah bagian dari sistem keamanan yang berada di bawah pemerintahan desa/kelurahan, bertugas membantu pemerintah menjaga keamanan, ketertiban umum, dan ketangguhan masyarakat dalam bencana. LINMAS adalah singkatan dari Perlindungan Masyarakat, di bawah koordinasi Kelian Dinas/Kelurahan.


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.